Dalam halaman utama situs Bank Mandiri seolah memiliki 4 search box sekaligus dengan masing – masing fungsinya. Search box pertama dengan judul ‘Cari’ tidak diisi default teks apapun, sehingga memiliki kegunaan agar pengguna memasukkan query mengenai apa yang ingin dicari. Search box kedua dengan judul ‘ Suku bunga & Tarif’ dalam bentuk combo box memiliki default teks suku bunga dana, dan memilih antara suku bunga dana, suku bunga dasar kredit, kurs dan tarif layanan. Search box ketiga dengan judul ‘ Alat Bantu & Formulir’ dalam bentuk combo box memiliki default teks kalkulator finansial dengan pilihan kalkulator KPR, kalkulator KTA, permohonan kredit, dan SMS & Internet Banking. Sedangkan search box terakhir dengan judul ‘Lokasi & Jaringan’ juga dalam bentuk combo box memiliki pilihan ATM, Cabang, dan Merchant mATM.
Sebelum menganalisis lebih jauh mengenai mesin pencari situs ini terlebih dahulu harus diketahui tipe dari situs ini, karena tipe situs yang menentukan jenis kasus bisnis dan pencarian seperti apa yang biasa dilakukan penggunanya dan bagaimana peran search usability (kegunaan pencarian) yang dibutuhkan. Ada 4 tipe situs :
1. Situs kontrol pencarian iklan
2. Pencarian belanjaan
3. Membayar untuk mencari/ melihat
4. Informasi mandiri
5. Pemberdayaan pekerja dan pengetahuan
Situs Bank Mandiri ini termasuk ke dalam situs informasi mandiri dan pemberdayaan pekerja dan pengetahuan. Sifat dari jenis situs ini dapat dilihat pada tabel 1.
Diambil kesimpulan bahwa situs Bank Mandiri ini termasuk kedalam 2 sifat situs diatas adalah karena situs ini bukanlah situs untuk belanja ataupun beriklan melainkan lebih kepada pelayanan Mandiri kepada stakeholder – nya. Analisis pertama dari situs ini adalah mengenai tampilan yang menyuguhkan 4 search box sekaligus dalam 1 halaman, terutama diletakkan di halaman utama situs. Meskipun fungsi dari masing – masing search box terlihat dari judul dan default teks dalam setiap kotak, tetapi bagi sebagian pengguna tampilan ini akan sedikit mengganjal.
Jarang sekali pengguna berkemauan untuk mencari di kotak mana yang dapat digunakan untuk menjawab apa yang menjadi pertanyaannya. Bagaimana jika pengguna langsung menuliskan pertanyaannya dengan menggunakan formulasi query pada kotak pertama, tanpa tau bahwa query dari pertanyaannya masuk dalam kotak kedua, ketiga atau keempat.
Setelah dilakukan percobaan untuk memasukkan kata yang sama dengan kata yang menjadi default bagi kotak kedua, yaitu kata suku bunga dana, barulah disadari ternyata yang berfungsi sebagai search box hanyalah kotak yang pertama. Sedangkan kotak kedua, ketiga dan keempat adalah link yang ditampilkan dalam bentuk kotak pilihan. Hal ini ditunjukkan oleh perbedaan hasil pencarian yang ditunjukkan pada gambar 20.Pada kotak kedua saat diklik ‘Go’ dengan teks dalam kotak suku bunga dana maka yang muncul adalah tabel – tabel nilai suku bunga dari berbagai jenis investasi di Bank Mandiri, baik dalam bentuk deposito, sertifikat, giro, maupun tabungan seperti yang ditampilkan dalam gambar 21. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kotak ketiga dan keempat yang memiliki karakteristik hampir sama dengan kotak kedua juga merupakan link bukan search box.
Dengan pembuktian bahwa ternyata dari 4 kotak yang terlihat sebagai search box diawal hanya 1 kotak yang benar – benar merupakan search box, lalu muncul pertanyaan mengapa untuk link dibuat tampilannya kotak, sehingga seakan – akan adalah kotak pencarian. Bagi pengguna yang bukan merupakan search expert, terutama bagi pengguna yang pertama kali masuk ke situs Bank Mandiri, kondisi ini akan membuat mereka bingung dan mungkin berakibat pada kepuasan mereka terhadap situs.
Pembahasan selanjutnya adalah mengenai hasil pencarian dari query. Web ini berusaha mengikuti standar penulisan judul dalam web dan pedoman microcontent sehingga menampilkan hasil pencarian dalam bentuk judul – judul yang merupakan teks link. Namun, dari sisi pengguna, saat kita mengetikkan suatu query dalam kotak pencarian yang diharapkan adalah munculnya tulisan yang relevan dengan query yang kita ketikkan meski mungkin terkadang pengguna salah memasukkan query karena pengguna kurang ahli dalam membuat formula query.
Tampilan yang dihasilkan oleh search engine yang biasa digunakan (Google) menghasilkan judul dan 3 baris isi yang menunjukkan kata – kata yang merupakan kata yang kita gunakan sebagai query dengan harapan yang dihasilkan adalah hal yang relevan dengan keinginan pengguna. Dengan tampilan seperti pada gambar 20.a dapat membingungkan pengguna karena dari judul – judul yang ditampilkan tidak ada kata – kata yang menjadi bagian dari kata yang diketikkan dalam kotak pencarian dan pengguna tidak dapat melihat sebagian isinya untuk mengetahui manakah tulisan yang cocok dengan apa yang dicari. Kondisi ini akan memaksa pengguna untuk membuka satu persatu judul link untuk melihat isi keseluruhan, belum lagi halaman hasil pencarian yang banyak, pengguna tidak punya cukup waktu untuk melakukan itu . Pengguna cenderung mudah menyerah dan menghentikan pencarian bahkan keluar dari situs.
Dalam menampilkan hasil pencarian, search engine tidak menunjukkan query yang sedang dicari, sehingga saat pengguna ingin memperbaiki query harus mengetik ulang seluruh kata. Hal ini perlu diperhatikan meskipun web ini sudah mengantisipasi agar pengguna tidak tersesat, mengetahui posisi saat ini sedang dimana dengan mencatumkan kalimat ‘Hasil Pencarian- Kata kunci:suku bunga’ seperti yang ditampilkan dalam gambar 22.Kekurangan lain dalam hasil tampilan pencarian adalah berapa jumlah hasil pencarian yang didapatkan dari query tersebut. Hanya ada jumlah halaman dibagian bawah, tetapi karena tidak dituliskan jumlah hasil pencarian maka pengguna tidak dapat mengetahui jumlah artikel yang kemungkinan memiliki relevansi dengan yang dicari. Setelah membuka judul link dan melihat artikel ternyata tidak ditemukan tombol kembali untuk membawa pengguna kembali ke hasil pencarian dari query yang ditulis dalam kotak pencarian. Meskipun sudah diberikan bread crumbs, tetapi ternyata bread crumbs tersebut tidak menolong pengguna untuk kembali ke daftar hasil pencarian melainkan menampilkan hal yang lain seperti dalam gambar 23 dan 24.
Setelah mencoba menganalisis apa saja yang kurang dari tampilan pencari dan hasil pencarian situs ini, penulis mencoba menyajikan saran perbaikan desain tampilan.
Perbaikan desain tampilan halaman utama
Perbaikan desain tampilan halaman utama
Perbaikan halaman pencarian
Perbaikan desain menggunakan tombol kembali
Penulis mengetahui bahwa hasil analisis ini masih jauh dari sempurna. Desain perbaikan yang ditampilkan hanyalah dibuat berdasarkan pemahaman dan analisis penulis. Mohon maaf apabila ada kesalahan.
Daftar Pustaka :
http://www.google.co.id/search?sourceid=chrome&ie=UTF-8&q=12593 (diakses tanggal 23 Oktober 2011)
http://www.gryphonmountain.net/ (diakses tanggal 23 Oktober 2011)
http://www.usability.gov/pdfs/chapter17.pdf
http://www.searchengineguide.com/stoney-degeyter/searching-for-better-onsite-search-usabi.php (diakses pada tanggal 23 Oktober 2011)
http://www.userfocus.co.uk/resources/searchchecklist.html (diakses tanggal 23 Oktober 2011)
http://www.useit.com/alertbox/9707b.html (diakses tanggal 23 Oktober 2011)

































