Minggu, 23 Oktober 2011

Analisis antarmuka pencarian dan hasil pencarian dari salah satu situs

Kali ini penulis akan mencoba membahas mengenai antarmuka pencarian dan hasil pencarian salah satu situs. Masih dalam rangkaian ujian mata kuliah Interaksi Manusia dan Komputer, penulis akan menganalisis mengenai situs Bank Mandiri di http://www.bankmandiri.co.id/
       Dalam halaman utama situs Bank Mandiri seolah memiliki 4 search box sekaligus dengan masing – masing fungsinya. Search box pertama dengan judul ‘Cari’ tidak diisi default teks apapun, sehingga memiliki kegunaan agar pengguna memasukkan query mengenai apa yang ingin dicari. Search box kedua dengan judul ‘ Suku bunga & Tarif’ dalam bentuk combo box memiliki default teks suku bunga dana, dan memilih antara suku bunga dana, suku bunga dasar kredit, kurs dan tarif layanan. Search box ketiga dengan judul ‘ Alat Bantu & Formulir’ dalam bentuk combo box memiliki default teks kalkulator finansial dengan pilihan kalkulator KPR, kalkulator KTA, permohonan kredit, dan SMS & Internet Banking. Sedangkan search box terakhir dengan judul ‘Lokasi & Jaringan’ juga dalam bentuk combo box memiliki pilihan ATM, Cabang, dan Merchant mATM.
Sebelum menganalisis lebih jauh mengenai mesin pencari situs ini terlebih dahulu harus diketahui tipe dari situs ini, karena tipe situs yang menentukan jenis kasus bisnis dan pencarian seperti apa yang biasa dilakukan penggunanya dan bagaimana peran search usability (kegunaan pencarian) yang dibutuhkan. Ada 4 tipe situs :
1.      Situs kontrol pencarian iklan
2.      Pencarian belanjaan
3.      Membayar untuk mencari/ melihat
4.      Informasi mandiri
5.      Pemberdayaan pekerja dan pengetahuan
Situs Bank Mandiri ini termasuk ke dalam situs informasi mandiri dan pemberdayaan pekerja dan pengetahuan. Sifat dari jenis situs ini dapat dilihat pada tabel 1.



Diambil kesimpulan bahwa situs Bank Mandiri ini termasuk kedalam 2 sifat situs diatas adalah karena situs ini bukanlah situs untuk belanja ataupun beriklan melainkan lebih kepada pelayanan Mandiri kepada stakeholder – nya. Analisis pertama dari situs ini adalah mengenai tampilan yang menyuguhkan 4 search box sekaligus dalam 1 halaman, terutama diletakkan di halaman utama situs. Meskipun fungsi dari masing – masing search box terlihat dari judul dan default teks dalam setiap kotak, tetapi bagi sebagian pengguna tampilan ini akan sedikit mengganjal.
Jarang sekali pengguna berkemauan untuk mencari di kotak mana yang dapat digunakan untuk menjawab apa yang menjadi pertanyaannya. Bagaimana jika pengguna langsung menuliskan pertanyaannya dengan menggunakan formulasi query pada kotak pertama, tanpa tau bahwa query dari pertanyaannya masuk dalam kotak kedua, ketiga atau keempat.
Setelah dilakukan percobaan untuk memasukkan kata yang sama dengan kata yang menjadi default bagi kotak kedua, yaitu kata suku bunga dana, barulah disadari ternyata yang berfungsi sebagai search box hanyalah kotak yang pertama. Sedangkan kotak kedua, ketiga dan keempat adalah link yang ditampilkan dalam bentuk kotak pilihan. Hal ini ditunjukkan oleh perbedaan hasil pencarian yang ditunjukkan pada gambar 20.
Pada kotak kedua saat diklik ‘Go’ dengan teks dalam kotak suku bunga dana maka yang muncul adalah tabel – tabel nilai suku bunga dari berbagai jenis investasi di Bank Mandiri, baik dalam bentuk deposito, sertifikat, giro, maupun tabungan seperti yang ditampilkan dalam gambar 21. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kotak ketiga dan keempat yang memiliki karakteristik hampir sama dengan kotak kedua juga merupakan link bukan search box.
Dengan pembuktian bahwa ternyata dari 4 kotak yang terlihat sebagai search box diawal hanya 1 kotak yang benar – benar merupakan search box, lalu muncul pertanyaan mengapa untuk link dibuat tampilannya kotak, sehingga seakan – akan adalah kotak pencarian. Bagi pengguna yang bukan merupakan search expert, terutama bagi pengguna yang pertama kali masuk ke situs Bank Mandiri, kondisi ini akan membuat mereka bingung dan mungkin berakibat pada kepuasan mereka terhadap situs.
            Pembahasan selanjutnya adalah mengenai hasil pencarian dari query. Web ini berusaha mengikuti standar penulisan judul dalam web dan pedoman microcontent sehingga menampilkan hasil pencarian dalam bentuk judul – judul yang merupakan teks link.  Namun, dari sisi pengguna, saat kita mengetikkan suatu query dalam kotak pencarian yang diharapkan adalah munculnya tulisan yang relevan dengan query yang kita ketikkan meski mungkin terkadang pengguna salah memasukkan query karena pengguna kurang ahli dalam membuat formula query.
Tampilan yang dihasilkan oleh search engine yang biasa digunakan (Google) menghasilkan judul dan 3 baris isi yang menunjukkan kata – kata yang merupakan kata yang kita gunakan sebagai query dengan harapan yang dihasilkan adalah hal yang relevan dengan keinginan pengguna. Dengan tampilan seperti pada gambar 20.a dapat membingungkan pengguna karena dari judul – judul yang ditampilkan tidak ada kata – kata yang menjadi bagian dari kata yang diketikkan dalam kotak pencarian dan pengguna tidak dapat melihat sebagian isinya untuk mengetahui manakah tulisan yang cocok dengan apa yang dicari. Kondisi ini akan memaksa pengguna untuk membuka satu persatu judul link untuk melihat isi keseluruhan, belum lagi halaman hasil pencarian yang banyak, pengguna tidak punya cukup waktu untuk melakukan itu . Pengguna cenderung mudah menyerah dan menghentikan pencarian bahkan keluar dari situs.
Dalam menampilkan hasil pencarian, search engine tidak menunjukkan query yang sedang dicari, sehingga saat pengguna ingin memperbaiki query harus mengetik ulang seluruh kata. Hal ini perlu diperhatikan meskipun web ini sudah mengantisipasi agar pengguna tidak tersesat, mengetahui posisi saat ini sedang dimana dengan mencatumkan kalimat ‘Hasil Pencarian- Kata kunci:suku bunga’ seperti yang ditampilkan dalam gambar 22.



Kekurangan lain dalam hasil tampilan pencarian adalah berapa jumlah hasil pencarian yang didapatkan dari query tersebut. Hanya ada jumlah halaman dibagian bawah, tetapi karena tidak dituliskan jumlah  hasil pencarian maka pengguna tidak dapat mengetahui jumlah artikel yang kemungkinan memiliki relevansi dengan yang dicari. Setelah membuka judul link dan melihat artikel ternyata tidak ditemukan tombol kembali untuk membawa pengguna kembali ke hasil pencarian dari query yang ditulis dalam kotak pencarian. Meskipun sudah diberikan bread crumbs, tetapi ternyata bread crumbs tersebut tidak menolong pengguna untuk kembali ke daftar hasil pencarian melainkan menampilkan hal yang lain seperti dalam gambar 23 dan 24.
Setelah mencoba menganalisis apa saja yang kurang dari tampilan pencari dan hasil pencarian situs ini, penulis mencoba menyajikan saran perbaikan desain tampilan.
Perbaikan desain tampilan halaman utama
Perbaikan halaman pencarian
Perbaikan desain menggunakan tombol kembali

Penulis mengetahui bahwa hasil analisis ini masih jauh dari sempurna. Desain perbaikan yang ditampilkan hanyalah dibuat berdasarkan pemahaman dan analisis penulis. Mohon maaf apabila ada kesalahan.
Daftar Pustaka :
http://www.gryphonmountain.net/ (diakses tanggal 23 Oktober 2011)
http://www.usability.gov/pdfs/chapter17.pdf 
http://www.useit.com/alertbox/9707b.html (diakses tanggal 23 Oktober 2011)










lanjutan pembahasan mengenai 10 kesalahan dalam desain Web

melanjutkan apa yang sudah dituliskan sebelumnya mengenai kesalahan dalam mendesain web jika sebelumnya ada     Pencarian yang buruk dan File dalam bentuk pdf untuk membaca secara online saat ini kita membahas yang selanjutnya
3.   Tidak merubah tampilan warna dari link yang telah dikunjungi 

Untuk membahas kesalahan ini kita kembali lagi ke web Direktorat Jenderal Imigrasi di http://www.imigrasi.go.id, dalam tampilan web ini, meski link telah dibuka, tetapi warna dari link yang telah dikunjungi tersebut tidak berubah. 
Kita lihat sebelum link di klik, warna yang digunakan untuk menulis link teks pada web ini bukanlah warna yang mencolok, justru warna yang dipilih adalah warna yang sama dengan warna tulisan berita dan tanpa menggunakan garis bawah.Diketahui bahwa tulisan itu adalah link dengan adanya perubahan warna saat kursor melayang diatas tulisan, sayangnya warnanya justru berubah menjadi putih, sehingga terlihat samar dan agak sulit dibedakan antara tulisan dengan warna latar web. Hal ini sangat mengganggu penglihatan pengguna ketika mencoba mencari link, dan berusaha untuk mengklik link tersebut dihalangi oleh tulisan yang tidak terbaca terutama oleh pengguna yang sudah senior atau pengguna dengan penglihatan yang kurang.
Ingatan manusia biasanya menggunakan memori jangka pendek, maka warna huruf teks link yang berubah seperti warna latar akan membingungkan pengguna dan menghancurkan ingatan jangka pendek mereka tentang apa yang sebenarnya maksud mereka ingin meng-klik link tersebut. Dilihat dari ukuran hurufnya, huruf yang digunakan sebagai teks link berukuran terlalu kecil.
4. Teks yang tidak dapat dipindai
Dalam memindai teks pada umumnya perilaku pengguna web dapat dikategorikan ke dalam F-perilaku, yaitu mereka membaca bagian teratas dari teks secara horisontal, lalu turun perlahan ke baris kedua dan membaca horisontal lebih sedikit hingga akhirnya mereka hanya memindai untuk sisi kiri saja, mencari apa yang menarik yang bisa mereka baca tanpa harus membaca secara keseluruhan. Kita akan mengambil contoh dari web perusahaan yang cukup ternama di Indonesia, yaitu PERTAMINA di alamat http://www.pertamina.com/index.php/home/read/company_profile. Tampilan web PERTAMINA seperti pada gambar 9.
Sesuai dengan teori perilaku pengguna dalam membaca teks, dalam web ini, PERTAMINA berusaha menyajikan dua paragraf diawal dalam tulisan profilnya adalah mengenai hal penting tentang PERTAMINA terkait dengan sejarah awal hingga masalah penamaan dan status usaha.
Paragraf selanjutnya, setelah lebih dari dua paragraph, web ini mencoba menampilkan informasi dalam bentuk daftar bullet sehingga memudahkan pengguna untuk memindai teks. Link terkait ditampilkan dalam warna biru, diatur menurun disebelah kiri tulisan dengan pertimbangan bahwa sebelah kiri merupakan bagian yang lebih sering dilihat meski dengan cara dipindai. Namun, kekurangan dari tampilan profil ini adalah tidak adanya highlighted keywords 
yang semestinya bisa membantu pengguna memahami isi tulisan.
Dalam mencoba menganalisis kesalahan dalam penulisan web terutama dibagian penulisan teks yang tidak dapat dipindai ini, saya mencoba membandingkan web milik Pertamina dengan web instansi pemerintahan, dalam hal ini saya mencoba membuka web Dinas Pertanian di http://www.deptan.go.id/tampil.php?page=tentang_kami seperti pada gambar 10. 
Web ini tidak menampilkan profil dalam bentuk paragraf melainkan dalam bentuk daftar, sehingga pengguna bisa langsung memilih sendiri apa yang ingin diketahui dari dinas pertanian tanpa harus membaca semua tulisan. Pertama kali tampilan ini muncul saya tidak menyangka bahwa daftar itu adalah link, hingga pointer dilayangkan ke atas teks. Hal ini disebabkan warna teks yang digunakan adalah hitam, bukan warna yang memiliki kekuatan mendorong untuk mengklik seperti warna biru. Yang mengganggu dari tampilan diatas adalah adanya link di bagian kiri dan kanan dari tulisan, jika dibandingkan dengan teori perilaku memindai tulisan, maka besar kemungkinan link yang berada disisi kanan tidak akan terlihat oleh pengguna.
5. Ukuran huruf yang sudah tetap 


 Hampir semua tampilan web yang ditemui akhir – akhir ini menggunakan ukuran huruf yang sudah tetap sebagai default-nya. Untuk penggunaan huruf dalam penulisan tubuh teks, desainer web sudah berusaha untuk tidak banyak menggunakan huruf yang berbeda. Seperti pada web Direktorat Jenderal Imigrasi yang ditunjukkan oleh gambar 1 bahwa pada tampilan halaman utama hanya ada satu jenis huruf. Penggunaan yang berbeda hanya pada saat pemberian penekanan terhadap judul dan berita penting menggunakan huruf kapital.
6. Judul halaman dengan mesin pencari visibilitas rendah
Tampilan awal website bank mandiri ketika kita membuka alamat url di http://www.bankmandiri.co.id/ seperti ditunjukkan pada gambar 11 menggunakan kalimat “Selamat Datang di situs Bank Mandiri” sebagai judul pembuka situs.
Penulisan judul halaman yang baik adalah sesuai dengan pedoman microcontent dimana sebaiknya judul tidak menggunakan leading article. Judul halaman juga digunakan sebagai entri default di bagian Favorit ketika pengguna penunjuk situs. Dengan menggunakan kalimat pembuka Selamat Datang, maka ketika berada dalam daftar yang terurutkan maka situs ini akan tampil dalam abjad yang berada dibawah. Terlebih ketika SERP hanya menampilkan 60 kata yang terdapat dalam situs ini, dikhawatirkan justru apa yang dicari oleh pengguna tidak ditemukan dalam kata kunci. Seperti yang ditampilkan dalam gambar 12, ketika SERP menunjukkan hasil pencarian seperti ini justru kurang menggambarkan mengenai Bank tersebut.
7. Terlihat seperti iklan
Dalam situs milik PT Pelni dalam  http://lpse.pelni.co.id/eproc/app terkait layanan pengadaan secara elektronik (e-procurement) membuat tampilan pengumuman lelang terlihat sekilas seperti banner iklan jika dibandingkan dengan banner iklan yang sebenarnya dalam http://www.travelhemat.com/kuala-lumpur-singapore-bangkok/?id=adwords&gclid=CMao07vb_KsCFcEc6wodZDTMkg seperti yang ditunjukkan oleh gambar 13. Tempat pengumuman lelang yang dimaksudkan adalah bagian dari situs yang bertujuan untuk menunjukkan kepada pengguna mengenai data lelang disetiap provinsi di Indonesia tanpa bertujuan untuk mengiklankan sesuatu.











8.Melanggar konvensi desain
Contoh kasus adalah saat seseorang ingin memesan tiket secara online, ekspektasi yang diharapkan oleh pengguna adalah bahwa mereka dapat memesan tiket yang tepat pada tanggal berangkat yang mereka inginkan dengan harga yang sesuai. Akan dicontohkan situs Garuda Indonesia airlines (http://www.garuda-indonesia.com/).
Saat mencoba membeli e - ticket Garuda Indonesia setelah memasukkan tujuan, tanggal keberangkatan serta kelas pelayanan, muncul kotak dialog yang ditunjukkan pada gambar 14. Pada kotak dialog ini muncul peringatan atas data yang tadi telah dimasukkan, untuk memastikan bahwa data yang dimasukkan benar, peringatan meminta untuk klik “continue” , tetapi dalam kotak dialog tidak ada tulisan “continue” melainkan “next”. Hal ini menunjukkan ketidakkonsistenan antara perintah untuk memastikan pilihan dengan tombol yang tersedia. Kondisi seperti ini dapat membingungkan pengguna, khususnya bagi mereka yang sudah terbiasa melakukan pembelian e - ticket dengan menggunakan maskapai lain yang tidak pernah dihadapkan dengan hal seperti ini sebelumnya.
 Setelah kita mengklik tombol next, pada tampilan selanjutnya kembali muncul kotak dialog dimana warna tombol kembali seperti tidak dapat diklik. Meskipun sudah tertera pilihan penerbangan melalui kotak info,tetapi jika terjadi kesalahan dalam jadwal penerbangan yang dipilih ataupun ingin mengubah jadwal penerbangan, akan membuat pengguna sulit untuk kembali ke halaman sebelumnya karena merasa tombol kembalinya tidak bisa digunakan, dapat dilihat pada gambar 15.
9. Membuka jendela browser yang baru
Ada beberapa link dalam sebuah web yang ketika di klik justru membuka jendela baru dari browser, bukan mengganti konten yang ada saat ini dengan yang baru. Contohnya pada web milik maskapai penerbangan Sriwijaya di http://www.sriwijayaair.co.id/id saat dipilih link mengenai cara pemesanan online maka web ini akan langsung membuka jendela baru browser seperti pada gambar 16.
Saat membuka jendela baru browser, tujuan dari desainer agar pengguna tidak berpindah dari situsnya (tetap membuka halaman situs yang awal) mungkin tercapai, tetapi hal ini justru merusak desain karena tidak memfungsikan tombol kembali pada browser maupun tombol kembali yang ada pada desain web.
10. Tidak menjawab pertanyaan pengguna
Masih ingat dengan kondisi saat harga emas melambung begitu tinggi, hingga semua sektor investasi beralih ke emas. Bahkan di sektor perbankan saat harga emas melambung tinggi ikut andil dalam pemanfaatannya sehingga menciptakan program gadai emas seperti yang dikeluarkan oleh Bank Syariah Mandiri (BSM). Untuk mengetahui mengenai program ini, maka para pengguna yang akan menjadi costumer potential program berusaha mencari tahu melalui web BSM di http://www.syariahmandiri.co.id/ .
Setelah membuka halaman utama web, selanjutnya adalah memilih link gadai emas dengan harapan mendapat jawaban mengenai berapa persen emas dihargai dari harga bendanya saat digadaikan karena hal ini memberikan kepastian kepada pengguna apakah akan memilih untuk menggadaikan emasnya dengan konsekuensi harus menebus ataukah lebih baik untuk menjualnya karena harga emas yang sangat tinggi. Ketika membuka BSM Gadai emas ternyata site ini tidak menampilkan berapa persen emas dihargai saat digadaikan seperti yang ditampilkan pada gambar 17.
Keterangan mengenain Loan to Value /LTV (rasio utang terhadap nilai barang) saat pengguna menggunakan kotak pencarian dengan menggunakan query ‘harga emas’. Dari salah satu artikel yang membahas harga emas barulah diketahui bahwa nilai LTV emas dalam bentuk perhiasan adalah 86% dari total nilai seluruhnya.
Alhamdulillah...
akhirnya analisis mengenai 10 kesalahan yang sering terjadi dalam desain web selesai juga...
mohon maa jika masih banyak kesalahan, hanya ingin berbagi, kritik dan saran saya terima untuk karya yang lebih baik
















UTS Interaksi Manusia Komputer

Meskipun tulisan ini dibuat dengan tujuan sebagai jawaban ujian mata kuliah Interaksi Manusia Komputer, ijinkan saya sedikit berbagi dengan para pembaca.
Yang akan dibahas kali ini adalah mengenai 10 kesalahan paling sering dilakukan saat mendesain web.
1.    Pencarian yang buruk
     Saat pengguna menggunakan web, untuk menemukan apa yang di inginkan dengan cepat, seringkali pengguna menggunakan kotak pencarian. Sayangnya ada beberapa web yang tidak menampilkan kotak pencarian, seperti contoh berikut yang tidak menampilkan kotak pencarian. Contoh ini  diambil dari web Direktorat Jenderal Imigrasi di http://www.imigrasi.go.id/   .
Dari gambar tampilan halaman utama web diatas tidak bisa ditemukan search box sehingga      sebagai pengguna akan mengalami kesulitan untuk melakukan pencarian terkait hal yang ingin ditemukan. Tanpa adanya search box, memaksa pengguna untuk melakukan browse satu persatu ke dalam page yang akan memakan cukup banyak waktu dan belum tentu apa yang dicari akan ditemukan. 
Satu – satunya kotak yang berada di halaman utama dari situs ini adalah kotak yang digunakan untuk login dalam form keanggotaan situs seperti yang ditunjukkan pada gambar 2. Padahal tidak menutup kemungkinan ketika pengguna membuka web ini hal pertama yang mereka cari adalah kotak pencarian untuk memudahkan mereka menemukan apa yang mereka cari tanpa perlu mengikuti arahan dari pembuat web untuk mengelilingi web secara keseluruhan.
Kendala lain yang terlihat dari interaksi dengan web ini adalah ukuran huruf seperti yang ditunjukkan oleh angka 1 pada gambar 1 terlalu kecil dan warnanya kurang kontras dengan warna latar, menyulitkan bagi pengguna, sesuai dengan pembahasan dalam web http://www.useit.com/alertbox/9605.html terlebih bagi pengguna senior (diatas 65 tahun), meskipun tujuan dari warna yang kurang kontras tersebut adalah ketika pointer bergerak memilih menu tersebut, maka warnanya akan berubah menjadi putih seperti yang ditunjukkan pada gambar 3.

Pada gambar 1 yang ditunjukkan oleh nomor 2, ukuran huruf sebagai huruf berita yang akan dibaca oleh pengguna terlalu kecil terlebih  warna huruf yang menggunakan warna abu – abu juga menyulitkan pembacaan berita. Setelah dicoba dibuka salah satu berita dengan meng-klik selengkapnya ternyata tampilan ukuran dan warna hurufnya juga tidak berbeda dengan yang ada di halaman utama.  Penggunaan ukuran dan warna huruf tidak hanya menyulitkan bagi pengguna yang sudah senior, tetapi juga menjadi hambatan bagi semua pengguna terutama dengan tipikal dari pengguna web yang hanya memindai bacaan bukan membacanya hingga menemukan apa yang dicari.
2. File dalam bentuk pdf untuk membaca secara online
Salah satu web yang menggunakan tampilan file dalam bentuk pdf untuk dibaca secara online oleh pengguna adalah http://www.scribd.com/. Alamat web ini menyajikan tulisan – tulisan yang di unggah oleh pengguna lain sehingga dapat dibaca dan di unduh oleh pengguna situs lainnya. Tulisan yang di unggah sebagian besar dalam format pdf.
Untuk poin penyediaan kotak pencari di halaman utama sudah dilakukan oleh situs ini, ditunjukkan oleh angka 1 dan angka 2 pada gambar 5 . Untuk membaca isi dari web ini, pengguna harus mengklik salah satu nama dokumen yang diinginkan, selanjutnya akan muncul tampilan seperti dalam gambar 6.


Dari tampilan ini terlihat bahwa sudah ada button untuk mengunduh file, dan mencetak file serta button navigasi lainnya, tetapi dapat kita lihat juga bahwa tampilan ini menyulitkan pengguna karena file yang ditampilkan dalam bentuk pdf bukan web pages. Tampilan pdf ini mempersempit ruang baca pengguna sehingga sesuai dengan tipikal pengguna yang lebih mudah untuk membaca dalam bentuk kertas dibandingkan membaca dari layar monitor maka pengguna akan mencetak file tersebut dan keluar dari halaman web. Selain itu, jika pengguna ingin membaca seluruh isi file bentuk pdf sebelum akhirnya mengunduhnya maka ia harus menggulung (scroll) hingga akhir bacaan, bukan membuka halaman berikutnya.
Sekilas tampilan file pdf yang disajikan dalam situs scribd tidak menampilkan standar bar navigasi situs untuk kembali ke halaman utama, tetapi scribd telah mengantisipasi keinginan pengguna jika ingin kembali ke halaman utama dengan memberikan pilihan kembali ke halaman utama saat pengguna menyorot namanya. Kekurangan file dengan bentuk pdf lainnya adalah bahwa file pdf berupa gumpalan konten yang menyulitkan pengguna untuk melompat dari halaman mencari apa yang ingin dicari.
Situs scribd mengatasi hal ini dengan memberikan kotak pencarian untuk mencari dalam dokumen, sehingga saat pengguna memasukkan query maka file akan menyorot query tersebut yang ada dalam dokumen, dan menunjukkan terdapat pada halaman berapa dari dokumen. Pilihan kembali ke menu utama dan navigasi internal dokumen dapat dilihat di gambar 7.












Selasa, 18 Oktober 2011

Pemilihan Raya IPB

Tak terasa hari pemilihan raya IPB 2011 semakin dekat...
Uforia pesta demokrasi tahunan semakin terasa...
Spanduk calon -  calon presiden Mahasiswa IPB sudah mulai naik...
Saatnya warga IPB menentukan pilihannya,mau dibawa kemana IPB selanjutnya...

Apa kata warga IPB mengenai hari demokrasi ini?
Biasa saja? ataukah sangat dinantikan?

Hari dimana akan dipilih secara serentak pemimpin IPB yang nantinya akan mengambil kebijakan - kebijakan yang diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan mahasiswa IPB pada umumnya...
Ibarat negara, IPB adalah tempat berkumpulnya berbagai jenis budaya yang dibawa oleh mahasiswa dari masing - masing daerah...
Dalam keberagaman, IPB mencoba memfasilitasi mahasiswanya untuk memilih sendiri pemimpinnya..
Membentuk suatu sampel bagaimana suatu negara mengangkat pemimpinnya...

Apa alasan untuk tidak memilih?
Tidak tahu hari pemilihan, atau tidak mau tahu?

Berilah suaramu pada tanggal 16 November 2011, di TPS yang berada di Fakultas masing - masing...
suaramu adalah wujud kepedulianmu terhadap IPB,miniatur negara kita...